Catatan Penting Para Jomblo yang Menolak Gundah Saat Orang Lain Sering Meremehkan

Apa salahnya tak punya pacar? Sejenak, kita renungkan bahwa masalah jodoh dan rezeki sudah diatur sedemikian rupa oleh Tuhan. Manusia di dunia hanya bisa berusaha dan berdoa. Tentang jodoh, biarkan nasib membawa kami entah jadi jomblo atau punya pasangan. Toh, kami punya alasan logis dan kuat, bukan semata-mata karena nggak laku.

Buat kalian yang sampai kini menghina atau bahkan juga memojokkan kami beberapa jomblo, sadarlah kami juga miliki pilihan. Ini bukanlah hanya keburukan.

Kami ketahui diluar sana beberapa orang ‘merasa’ bahagia dengan pasangannya semasing. Butuh kalian tahu kalau kami juga memahami tentu ada saja problem yang kalian hadapi waktu merajut hubungan. Itu satu bukti kecil kalau jalan jomblo kami tidak teramat salah. Bukanlah bermakna kami bersukur karna kalian bisa musibah, bukanlah juga kami mengagungkan kejombloan kami. Sebagian argumen yang mungkin saja anda butuh tahu, mengapa kami jomblo, kami tidak senantiasa dilanda kegundahan kok!

1. Sesungguhnya buat pacaran beberapa dapat saja, kami jomblo karna memanglah pilihan, tidak mau repot deh

Dengan tampang serta tampilan yang memberikan keyakinan, kami dapat bisa pacar dengan selekasnya. Namun, bukanlah itu pilihan kami sekarang ini. Kami tengah mantap hal-hal lain yang lebih kami sukai. Kalian tidak butuh tahu, serta yang terutama problem jodoh tidak juga kami tanggalkan.

2. Karna jomblo itu nyaman, hampir tidak ada tuntutan serta sebagian ketentuan menye-menye dari pasangan

Kalian tidak dapat mengingkari, kalau jadi seseorang kekasih tentu susah, terdapat beberapa tuntutan yang perlu dikerjakan untuk cinta. Kami yang merapatkan diri jadi jomblowan serta jomblowati terasa nyaman dengan status yang kami sandang. Bila kalian tengah bersedih hati karna pasangan yang kurang pengertian, kami tengah asik seru-seruan dengan kebiasaan keseharian.

3. Kami sadar juga akan keburukan sikap kami, dengan single begini kami jadi miliki saat untuk memantaskan diri

Terdapat beberapa hal yang kami fikirkan, namun satu hal yang paling penting itu ya mengenai kelayakan merajut hubungan. Lihat usia, pekerjaan serta tampilan, dengan rendah hati kami senantiasa mengupayakan yang paling baik. Lewat persiapan serta rencana kami tengah memantaskan diri, bukanlah mustahil satu hari kelak kami bergandengan dengan jodoh yang layak untuk kami.

4. Kami miliki selera, standard menilainya seorang untuk jadikan pasangan. Bila tidak pas, ya tidak butuh dipaksa

Kami sempat miliki gebetan, sebelumnya pada akhirnya kami menjauh. Karna satu argumen yang untuk kami perlu serta tidak dapat disebut mata sebelah. Kami miliki standard, bukanlah bermakna standard kami tinggi, namun bila memanglah telah pas, anda tidak juga akan memaksa. Keterpaksaan dalam satu hubungan yaitu omong kosong romantisme yang menyakitkan hati keduanya. Tambah baik tidak. Sumber: http://www.katakan.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *