Tata Cara Menggadaikan Logam Emas pada Pegadaian atau Bank


Bukan rahasia lagi jika kebutuhan terhadap uang tunai seringkali melonjak saat moment-moment tertentu, misalnya saat musim pendaftaran masuk sekolah, dan menjelang hari raya seperti lebaran atau natal. Hal tersebut wajar, dikarenakan kebutuhan akan pembelian barang-barang atau makanan wajib lebaran juga meningkat. Tidak melihat apa latar belakang anda, keadaan darurat seperti ini sangat lazim terjadi dikalangan masyarakat.

Ada banyak cara untuk mendapatkan uang tunai, namun apabila meminjam di bank kurang anda minati, maka menggadai emas bisa menjadi solusi yang tepat. Apapun bentuknya, entah itu emas batangan, emas perhiasan dan bahkan emas kawin berupa cincin kawin, bisa kita gadaikan untuk mendapatkan uang secara cepat.

Nah, berikut adalah hal-hal yang harus anda ketahui saat berencana ingin menggadaikan emas atau cincin kawin berbahan emas. Diantaranya.

• Identitas Diri

Kartu identitas diri menjadi faktor penentu lolosnya proses penggadaian emas anda. Anda hanya perlu menyiakan data diri lengkap dan emas yang akan digadaikan lengkap beserta surat-surat resminya seperti nota tanda pembelian emas dan sertifikat. Bawa data diri anda dan emas ke pegadaian dan bank yang memiliki kredibilatas cukup serta berbadan hukum.

• Sistem Penaksiran Harga

Sebagai orang yang akan menggadaikan emas, idealnya anda harus mengetahui terlebih dahulu berapa taksiran jumlah pinjaman yang diberlakukan. Dan biasanya untuk agunan berupa logam emas, taksiran pinjaman tertinggi senilai 85% dari harga yang telah ditaksir. Apabila kisaran harga emas anda sejumlah Rp. 100.000.000 maka anda mendapat pinjaman sebesar Rp. 8.5000.000.

• Sistem Bunga

Dalam pegadaian, anda juga akan dikenakan bunga oleh pihak pegadaian yang anda pilih. Bunga yang biasanya dikenakan dihitung per 15 hari sebesari 1.15% dan berlaku kelipatannya per 15 hari. Sehingga, semakin lama waktu anda menggadaikan maka semakin juga besar bunga yang anda harus bayar. Awal mula memang sangat membantu Anda jika menggadaikan emas Anda tetapi lebih baik jangan sampai menggadaikan cincin emas atau kalung emas Anda. Jagalah cincin kawin tersebut seperti menjaga perasaan Anda pada pasangan Anda.

• Mencatat jangka waktu

Ini merupakan hal yang harus anda lakukan, mencatat jangka waktu peminjaman dari pegadaian. Waktu tersebut relatif tergantung aturan yang ada pada tempat anda menggadaikan emas tersebut. Biasanya , jangka waktunya mulai dari 3 bulan sampai 3 tahun. Selama waktu berjalan, anda dapat menyetorkan uang pelunasan secara menyicil ke pegadaian. Sisanya juga dapat dilakukan pada akhir periode atau saat jatuh tempo.

• Memahami Sistem Jatuh Tempo

Tentu saja anda harus memahami sistem jatum tempo ini, dimana adanya batasan waktu untuk anda melunasi pinjaman yang anda dapatkan. Didalam sistem ini juga ada masa tenggang yang berangsur sekitar 15-20 hari tergantung kebijakan pegadaian atau bankyang dipilih. Jangan sampai anda melewati masa tenggang ini, karena emas anda akan di lelang oleh pihak pegadaian. Namun, jangan khawatir, apabila anda belum bisa membayar anda dapat memperpanjang masa pinjaman dengan mengikuti ketentuan dari pihak pegadaian atau bank.

Nah, itulah diatas informasi mengenai hal-hal yang harus anda ketahui, terkait tata cara menggadaikan emas di pegadaian. Tetapi lebih baik jangan jika masih mampu hidup tanpa menggadaikan emas. Tentu transaksi riba sangat merugikan dan haram. Semoga informasi ini bermanfaat. Jika kamu dan pasangan masih bingung mencari cincin emas ataupun mau menjual emas, silahkan mampir ke toko spilla jewelry dan bisa buka websitenya di http://spillajewelry.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *