Bisnis Distro Riwayatmu Dulu

Bisnis Distro Riwayatmu Dulu-Bisnis distro adalah fashion anak sekarang. “Fashion is statement“, Agnez Mo pernah mengutarakan pendapatnya mengenai fashion di satu wawancara televisi. Banyak orang tahu kalau Agnez termasuk ikon fashion (disamping ikon musik) Indonesia. Gaya Agnez yang enerjik, smart, kekinian, merdeka, dan girl power tercermin sangat jelas dalam setiap gaya fashion yang dikenakannya.

Bagi Agnez, fashion bukan lagi sekedar pelindung tubuh, tapi sudah menjadi ungkapan pribadinya pada publik. Tak hanya fans Agnez yang mengikuti gayanya, tak sedikit yang diam-diam mengintip dan meniru gaya Agnez untuk diterapkan dalam gayanya sehari-hari. Nyontek gaya Agnez berarti sudah gaul.

distrosore

Sejarah Munculnya Bisnis Distro di Bandung

Anak muda yang punya semangat menggelora bertebaran di negeri ini. Tak hanya dari kalangan pesohor. Dari kalangan biasa-biasa juga bukan main banyaknya. Anak muda memang identik dengan semangat yang menggebu-gebu untuk mencoba hal baru, bereksperimen dengan banyak ide dan memerdekakan dirinya lewat sebuah karya. Semangat ini pula yang mengilhami tiga orang anak muda Bandung untuk memulai satu bisnis fashion baru yang belakangan terkenal sebagai bisnis distro.

Richard, Helvi dan Dxxxt merupakan tiga anak muda Bandung pecinta musik rock dan skateboard. Kegemarannya mereka ekpresikan dengan mengoleksi barang-barang yang berhubungan dengan musik rock dan skateboard, salah satunya kaos distro.

Era tahun 90-an, mencari produk fashion yang original dari luar negeri lumayan sulit. Apalagi kaos-kaos distro bernuansa musik rock yang hanya digemari anak muda.

Importir fashion hanya tertarik mengimpor barang-barang branded yang memiliki pangsa orang-orang kelas atas. Jadi untuk apparel yang bersifat street fashion, belum ada yang melirik.

Untuk sekedar mencari kaos bergambar rockstar kesayangan yang original, tahun 90-an bukan main susahnya. Belum ada teknologi canggih seperti sekarang. Di mana foto-foto selebritis mana pun bisa dengan mudah didapat di internet kemudian dicopy paste ke file kita.

Dulu, hanya ada gambar-gambar selebriti di majalah. Ketika beli majalah HAI trus ada bonus posternya, bukan main senengnya. Tuh poster langsung difigurain dan ditempel di kamar tidur. Tukang potret keliling memotret foto yang ada di majalah dan mencetaknya. Lalu menjualnya di emperan jalan. (Rasanya pengen ketawa kalau denger om atau ayah kita bercerita susahnya zaman dulu). Makanya yang hidup di zaman sekarang sangat beruntung, karena teknologi menyederhanakan segalanya.

Didorong oleh kecintaannya pada hobi musik itulah, ketiga anak muda Bandung itu menyulap sebagian studio musiknya di Jalan Sukasenang Bandung menjadi pusat apparel dan pernak-pernik yang berhubungan dengan musik rock.

Komunitas pecinta musik rock dan skateboard bisa mendapatkan kaset, kaos, dan pernak-pernik lain di tempat ini. Semua dijamin original dengan harga terjangkau. Richard, Helvi dan Dxxxt sepakat menamakan usaha mereka dengan sebutan Reverse. Mereka mendatangkan brand-brand lokal dan internasional.

Usaha yang dilakukan Richard, Helvi dan Dxxxt sukses besar. Energi anak muda Bandung tersedot ke tempat ini. Dari siang sampai malam, anak muda yang tergila-gila dengan musik rock dan skateboard berkumpul di studio yang persisnya bernomor 347 itu.

Mereka senang karena bisa mendapatkan barang-barang original dengan harga anak muda. Disamping itu, tempat ini memiliki ciri khas musik rock yang membedakannya dengan tempat lain. Semua yang datang seakan mendapatkan dunia rockstarnya di Reverse.

Gebrakan Richard dan kawan-kawan menimbulkan geliat baru di bisnis fashion Bandung. Karena mereka memulai bisnis yang terkenal sebagai bisnis distro itu dengan konsep matang seperti penuturan Agnez Mo tentang fashion. Tak salah kalau kalimatnya diubah menjadi “Distro Is Statement”.

meta des; Bisnis distro memiliki sejarah yang cukup panjang, khususnya di Bandung. Berikut ini perjalanan bisnis distro di Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *